Ngawi | mediapatriot.com – Gerakan mahasiswa di Kabupaten Ngawi memasuki fase baru setelah Kongres I Serikat BEM Se-Kabupaten Ngawi resmi digelar di Aula IAI Ngawi. Forum ini menjadi titik penting dalam penyatuan kembali organisasi mahasiswa lintas kampus yang sebelumnya terfragmentasi.
Dalam forum tersebut, Dimas Aradhea Wibowo ditetapkan sebagai Koordinator Daerah periode 2026/2027 melalui musyawarah bersama seluruh delegasi BEM dan DEMA perguruan tinggi di Ngawi.
Pembentukan serikat ini merupakan hasil evaluasi terhadap aliansi mahasiswa lama yang dinilai tidak lagi efektif. Banyak kampus merasa koordinasi yang terbangun sebelumnya tidak berjalan optimal sehingga diperlukan wadah baru yang lebih solid.
Perubahan besar mulai terjadi ketika beberapa kampus menyatakan keluar dari struktur lama pada awal 2026. Situasi ini mempercepat proses konsolidasi untuk membentuk organisasi baru yang lebih terarah.
Kesepakatan final pembentukan Serikat BEM dilakukan pada 3 April 2026 di Sekretariat DEMA STITI KP Paron. Enam kampus pendiri yaitu IAI Ngawi, Universitas Soerjo, STITI KP Paron, STAIM Kendal, STKIP Modern, dan STIT Muhammadiyah menandatangani MoU pembentukan organisasi tersebut.
Serikat ini kemudian disepakati sebagai wadah independen mahasiswa yang tidak berada di bawah pengaruh politik praktis dan memiliki struktur organisasi yang lebih profesional.
Koordinator Daerah terpilih, Dimas Aradhea Wibowo, menegaskan bahwa organisasi ini hadir untuk memperbaiki arah gerakan mahasiswa agar lebih konstruktif.
“Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki ruang gerak yang jelas, kuat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ke depan, serikat akan fokus menyusun Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) serta memperkuat peran mahasiswa dalam isu-isu strategis daerah.
Dengan terbentuknya wadah ini, diharapkan kolaborasi antar kampus di Ngawi semakin solid dan mampu menghasilkan gerakan mahasiswa yang lebih progresif.
Sumber: mediapatriot.co.id
