The Banjoemas Resto & Cafe Jakarta Resmi Dibuka, Hadirkan Kuliner Khas Banyumas dan Jadi Pusat Silaturahmi Alumni Unsoed

Grand Opening The Banjoemas Resto & Cafe di Taman Ismail Marzuki Jakarta Perkuat Persatuan Alumni Universitas Jenderal Soedirman, Lestarikan Budaya Banyumas, dan Dorong Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa

Informasi Iklan / Advertorial Klik [email protected] atau Hubungi WhatsApp kami 08999208174

JAKARTA – Kabar menggembirakan hadir bagi para pecinta kuliner tradisional Indonesia, masyarakat Banyumas Raya, serta keluarga besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). The Banjoemas Resto & Cafe resmi dibuka dan diresmikan pada Selasa, 9 Juni 2026 di kawasan strategis Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat.

Peresmian restoran dan kafe bernuansa budaya Banyumas tersebut menjadi momentum penting yang tidak hanya menghadirkan destinasi kuliner baru di Jakarta, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebersamaan, pelestarian budaya daerah, serta penguatan jejaring alumni Universitas Jenderal Soedirman.

The Banjoemas Resto & Cafe merupakan hasil inisiatif dan kolaborasi Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang memiliki visi menghadirkan ruang berkumpul bagi masyarakat Banyumas di perantauan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya Banyumas kepada masyarakat luas.

Acara grand opening berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor III Unsoed Prof. Norman Arie Prayogo, para alumni lintas angkatan, sivitas akademika, tokoh masyarakat Banyumas, pelaku usaha, hingga tamu undangan dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terwujudnya The Banjoemas Resto & Cafe yang menurutnya menjadi ruang pemersatu berbagai elemen masyarakat yang memiliki ikatan emosional dengan Banyumas dan Universitas Jenderal Soedirman.

Menurutnya, kehadiran restoran ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat identitas budaya, serta membangun kolaborasi yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Kami merasa sangat bangga dan bahagia karena malam ini hadir sebuah ruang yang mampu menyatukan dua entitas besar, yaitu keluarga besar Universitas Jenderal Soedirman dan masyarakat Banyumas Raya. Sesuatu yang idealnya sudah hadir sejak lama dan hari ini akhirnya dapat terwujud dengan baik,” ujar Prof. Akhmad Sodiq.

Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan sosial dan perubahan zaman yang semakin cepat, masyarakat membutuhkan ruang yang mampu memperkuat nilai kebersamaan dan persatuan.

Menurutnya, budaya dan kuliner merupakan dua instrumen yang sangat efektif untuk mempertemukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang.

“Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah semangat kebersamaan dan cinta persatuan. Tempat ini menggabungkan dua kekuatan besar yaitu budaya dan kuliner. Orang yang pernah tinggal di Banyumas, memiliki keluarga di Banyumas, atau mempunyai kenangan dengan Banyumas pasti akan merasakan nostalgia ketika datang ke sini,” katanya.

Tidak hanya berfungsi sebagai pusat kuliner khas Banyumas di Jakarta, The Banjoemas Resto & Cafe juga dirancang menjadi pusat kegiatan komunitas, diskusi budaya, pengembangan usaha, hingga ruang kolaborasi antaralumni.

Prof. Akhmad Sodiq menjelaskan bahwa keberadaan restoran ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.

Menurutnya, mahasiswa membutuhkan pengalaman nyata di dunia kerja sebelum lulus sehingga mampu bersaing di era global.

“Kami berharap tempat ini dapat menjadi sarana magang mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di dunia usaha. Alumni yang terlibat di sini juga dapat menjadi dosen praktisi yang membagikan pengalaman nyata kepada mahasiswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bisnis semata, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi budaya yang kuat.

“Entrepreneurship sangat penting, tetapi harus dibalut dengan nilai budaya yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Di The Banjoemas Resto & Cafe kita melihat perpaduan harmonis antara semangat bisnis dan budaya Banyumas yang menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Jenderal Soedirman Prof. Norman Arie Prayogo menjelaskan bahwa kehadiran The Banjoemas Resto & Cafe merupakan salah satu program strategis alumni dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Menurutnya, proyek ini merupakan pilot project atau langkah awal yang diharapkan dapat menginspirasi lahirnya berbagai usaha baru yang digagas oleh alumni Unsoed di masa mendatang.

“Kami memang memiliki fokus dalam pembinaan dan penguatan jejaring alumni. The Banjoemas Resto & Cafe adalah salah satu pilot project yang menunjukkan bahwa alumni mampu berkolaborasi membangun usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai sosial dan budaya,” jelasnya.

Ia berharap keberhasilan proyek tersebut dapat menjadi contoh bagi alumni lainnya untuk terus berinovasi dan menciptakan peluang usaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Kami berharap ke depan semakin banyak usaha yang lahir dari kolaborasi alumni. Selain memperkuat ikatan alumni, langkah ini juga dapat mendukung kemajuan Universitas Jenderal Soedirman secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai restoran yang mengusung identitas Banyumas, The Banjoemas Resto & Cafe menghadirkan berbagai menu khas Banyumas yang dikenal memiliki cita rasa autentik dan menggugah selera.

Pengunjung dapat menikmati aneka makanan tradisional yang menjadi ikon kuliner Banyumas, sekaligus merasakan suasana yang kental dengan nuansa budaya daerah.

Lokasinya yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki juga menjadi nilai tambah karena mudah dijangkau masyarakat Jakarta maupun wisatawan yang ingin menikmati pengalaman kuliner sekaligus mengenal budaya Banyumas lebih dekat.

Selain menyajikan makanan dan minuman khas Banyumas, restoran ini juga dirancang sebagai ruang kreatif yang dapat digunakan untuk kegiatan seni, budaya, diskusi, pertunjukan musik, hingga kegiatan komunitas.

Konsep tersebut menjadikan The Banjoemas Resto & Cafe berbeda dari restoran pada umumnya karena tidak hanya berorientasi pada bisnis kuliner, tetapi juga menjadi pusat pelestarian budaya dan penguatan jejaring sosial masyarakat Banyumas di Jakarta.

Dengan hadirnya The Banjoemas Resto & Cafe, para alumni Universitas Jenderal Soedirman berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat modern.

Grand Opening The Banjoemas Resto & Cafe menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, alumni, budaya, dan sektor usaha dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga memiliki dampak sosial yang positif.

Kehadiran restoran ini diharapkan mampu menjadi ikon baru kuliner khas Banyumas di Jakarta, memperkuat persatuan keluarga besar Unsoed, mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa, serta menjadi rumah bersama bagi masyarakat Banyumas Raya yang berada di perantauan.

Red: Irwan Hasiholan